Info Sekolah
Sabtu, 23 Mei 2026
  • Nasymut Media menerima karya dari guru, siswa, hingga alumni berbentuk opini, esai, puisi, cerpen, cerbung, pantun, dll. Karya bisa dikirimkan lewat email atau nomor WhatsApp yang terterta | Karya yang masuk akan mendapatkan sovenir
  • Nasymut Media menerima karya dari guru, siswa, hingga alumni berbentuk opini, esai, puisi, cerpen, cerbung, pantun, dll. Karya bisa dikirimkan lewat email atau nomor WhatsApp yang terterta | Karya yang masuk akan mendapatkan sovenir
12 Mei 2025

Semangat Gotong Royong Warnai Pendirian Tenda Perkemahan di Madrasah Nasy-atul Muta’allimin

Sen, 12 Mei 2025 Dibaca 314x Berita

Dungkek, nasymut.id – Suasana halaman Madrasah Nasy-atul Muta’allimin pagi ini, Senin 12 Mei 2025, tampak lebih ramai dari biasanya. Puluhan wali siswa dan masyarakat sekitar bahu-membahu mendirikan tenda sebagai persiapan kegiatan perkemahan yang akan dilaksanakan mulai Selasa hingga Kamis, 13–15 Mei 2025.

Kegiatan perkemahan tahunan ini akan melibatkan sekitar 264 peserta dari jenjang MI, MTs, hingga MA, serta didampingi oleh 14 pembina pramuka dari Gugus Depan Al-Jailani. Tenda-tenda yang didirikan sejak pagi tampak berdiri kokoh berjejer rapi di halaman madrasah, menjadi simbol kesiapan siswa-siswi dalam mengikuti latihan kepemimpinan dan kemandirian yang dikemas dalam kegiatan perkemahan.

Menurut Abd. Mu’isy, Ketua Pembina Pramuka Al-Jailani, perkemahan ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga wahana untuk menanamkan nilai-nilai penting dalam pembinaan karakter. “Tujuan utama kegiatan ini adalah melatih kemandirian, kedisiplinan, dan kerja sama antarsiswa. Mereka belajar bukan hanya dari materi, tapi dari pengalaman langsung di lapangan,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan.

Yang menarik, dalam proses pendirian tenda kali ini, tampak keterlibatan aktif para wali siswa. Salah satunya adalah Rasuki, wali dari salah seorang peserta MI. Ia mengungkapkan rasa senangnya bisa berpartisipasi dalam persiapan kegiatan ini. “Senang bisa ikut bantu. Selain anak-anaknya yang dilatih mandiri, kami sebagai wali juga bisa saling kenal dan kerja bareng. Apalagi banyak anak-anak kami masih kecil dan baru pertama ikut. Jadi, kami para wali memang bantu penuh dalam pendirian tendanya,” katanya dengan tersenyum.

Matrakib, wali siswa MI, menyampaikan bahwa kondisi anaknya yang masih MI berbeda dengan siswa MA yang sudah mandiri. “Anak saya masih MI, jadi tentu belum se-mandiri kakak-kakak yang di MA,” ujar Matrakib, salah satu wali siswa. “Kalau siswa MA kelihatan sudah terbiasa. Mereka bisa dirikan tenda sendiri, dari nyiapin alat, pasang tali, sampai pasang pasak tanpa banyak bantuan. Ini bukti pembinaan di madrasah memang berhasil,” tambahnya.

Selain wali siswa, warga sekitar madrasah pun tampak antusias membantu. Rawi, salah seorang tetangga madrasah, ikut sibuk memegang tiang tenda dan merapikan tali. “Saya memang nggak punya anak yang sekolah di sini, tapi senang bisa bantu. Rasanya seperti kembali ke masa-masa dulu waktu saya ikut kegiatan pramuka,” ungkapnya sambil tersenyum. (TIM)

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar