Info Sekolah
Kamis, 16 Apr 2026
  • Nasymut Media menerima karya dari guru, siswa, hingga alumni berbentuk opini, esai, puisi, cerpen, cerbung, pantun, dll. Karya bisa dikirimkan lewat email atau nomor WhatsApp yang terterta | Karya yang masuk akan mendapatkan sovenir
  • Nasymut Media menerima karya dari guru, siswa, hingga alumni berbentuk opini, esai, puisi, cerpen, cerbung, pantun, dll. Karya bisa dikirimkan lewat email atau nomor WhatsApp yang terterta | Karya yang masuk akan mendapatkan sovenir
23 Oktober 2025

Peringati Hari Santri Nasional, Nasy-atul Muta’allimin Gelar Istighasah dan Khatmil Qur’an

Kam, 23 Oktober 2025 Dibaca 62x Berita

Dungkek, nasymut.id — Suasana khusyuk menyelimuti halaman Madrasah Nasy-atul Muta’allimin Candi Dungkek pada Rabu pagi, 22 Oktober 2025. Ratusan santri dan guru dari seluruh jenjang pendidikan di bawah naungan Yayasan Al-Jailani— mulai dari TK, MI, MTs, hingga MA Nasy-atul Muta’allimin — berkumpul bersama dalam kegiatan Istighasah dan Khatmil Qur’an, yang digelar usai pelaksanaan Upacara Hari Santri Nasional 2025.
Kegiatan yang berlangsung ini menjadi wujud rasa syukur dan refleksi seluruh warga madrasah atas peran besar santri dalam menjaga nilai-nilai agama dan keutuhan bangsa. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama menggema di seluruh area madrasah, menciptakan suasana yang damai dan menyentuh hati.
Salah satu panitia kegiatan, Fida, menjelaskan bahwa acara ini diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus refleksi atas semangat kesantrian di tengah berbagai tantangan zaman.
“Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, sekaligus mendoakan para santri dan pondok pesantren yang belakangan ini sedang ramai dengan berbagai pemberitaan miring,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, K. Fathor Rahman, Kepala MA Nasy-atul Muta’allimin, turut memberikan sambutan yang sarat pesan moral bagi para santri. Beliau menegaskan bahwa santri sejati harus mampu menunjukkan karakter yang kuat dalam sikap dan tindakan.
“Santri memiliki dua ciri utama,” tuturnya. “Pertama, menjaga akhlak. Di mana pun berada, santri selalu menjunjung tinggi etika dan sopan santun. Kedua, mampu bekerja sama dalam segala hal. Santri itu fleksibel, bisa menyesuaikan diri dan bermanfaat di lingkungan mana pun ia berada.”
Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum Hari Santri ini sebagai ajang memperkuat ukhuwah, meneguhkan nilai-nilai kesantrian, serta menumbuhkan semangat berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
Kegiatan yang berlangsung hingga Pukul 09.00 WIB itu diakhiri dengan doa bersama untuk kemajuan bangsa, keselamatan para santri di seluruh Indonesia, serta keberkahan bagi lembaga Nasy-atul Muta’allimin. (MAN)

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar