Info Sekolah
Sabtu, 30 Mei 2026
  • Nasymut Media menerima karya dari guru, siswa, hingga alumni berbentuk opini, esai, puisi, cerpen, cerbung, pantun, dll. Karya bisa dikirimkan lewat email atau nomor WhatsApp yang terterta | Karya yang masuk akan mendapatkan sovenir
  • Nasymut Media menerima karya dari guru, siswa, hingga alumni berbentuk opini, esai, puisi, cerpen, cerbung, pantun, dll. Karya bisa dikirimkan lewat email atau nomor WhatsApp yang terterta | Karya yang masuk akan mendapatkan sovenir
15 Januari 2026

Pimred Nasmut Media Latih Baca Puisi di Mimbar Akademik MA Nasy-atul Muta’allimin

Kam, 15 Januari 2026 Dibaca 58x Berita

Dungkek, nasymut.id — MA Nasy-atul Muta’allimin kembali menghadirkan kegiatan inspiratif melalui Mimbar Akademik, dengan mendatangkan Muhammad Ali Tsabit, Pemimpin Redaksi (Pimred) Nasmut Media yang juga dikenal sebagai seniman Yogyakarta, pada Ahad, 11 Januari 2026. Kegiatan ini digelar di aula Gedung Baru MA Nasy-atul Muta’allimin dan diikuti dengan antusias oleh para siswa.

Muhammad Ali Tsabit merupakan sosok pegiat sastra yang aktif di Komunitas Kutub, sebuah komunitas literasi yang konsisten mengembangkan puisi dan diskusi kebudayaan. Kehadirannya di mimbar akademik bertujuan untuk melatih siswa dalam membaca puisi dengan penghayatan, sekaligus memperluas pemahaman mereka tentang fungsi puisi dalam kehidupan sosial.

Di hadapan para siswa, Ali Tsabit menjelaskan bahwa puisi memiliki banyak tujuan dan tidak terbatas pada ekspresi keindahan semata.

“Puisi dibaca bukan hanya untuk keindahan. Puisi bisa menjadi cara menyampaikan isi hati, kegelisahan batin, bahkan menjadi bentuk protes terhadap ketidakadilan yang dilakukan oleh pemerintah maupun realitas sosial,” ujar Ali Tsabit.

Ia juga menegaskan bahwa dunia puisi dapat menjadi ruang yang produktif secara ekonomi apabila ditekuni dengan serius.

“Kalau digarap dengan sungguh-sungguh, puisi juga bisa menghasilkan uang. Banyak penyair yang hidup dari puisi, baik melalui buku, panggung, maupun media,” tambahnya.

Dalam sesi tersebut, Ali Tsabit turut mengenalkan sosok Wiji Thukul, penyair legendaris yang dikenal dengan puisi-puisi perlawanan dan keberpihakannya kepada kaum kecil.

“Wiji Thukul mengajarkan kepada kita bahwa puisi bisa menjadi suara bagi mereka yang tidak didengar. Puisinya sederhana, tapi jujur dan berani,” jelasnya.

Selain memberikan materi teknis dan wawasan sastra, Ali Tsabit juga menyampaikan motivasi kepada para siswa agar tidak ragu berkarya dan tampil di depan umum.

“Jangan takut membaca puisi dan jangan malu menulis. Semua penyair besar berawal dari keberanian untuk mencoba dan terus belajar,” pesannya memotivasi.

Sementara itu, Ach. Kholish, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MA Nasy-atul Muta’allimin, menyampaikan bahwa kegiatan mimbar akademik ini merupakan bagian dari strategi madrasah dalam menyiapkan siswa agar memiliki kepercayaan diri dan keterampilan tampil.

“Kami sengaja mendatangkan pemateri untuk melatih siswa di mimbar akademik, agar mereka memiliki banyak bekal dan kesiapan untuk tampil pada minggu-minggu selanjutnya,” ungkapnya. Ia berharap, melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya terampil berbicara di depan umum, tetapi juga memiliki kepekaan rasa, keberanian berekspresi, serta wawasan literasi yang kuat. (Lis)

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar