
DUNGKEK, nasymut.id– Minat dan kesadaran masyarakat mendidik anaknya di pendidikan non formal melalui madrasah diniyah takmiliyah (MDT) terus meningkat. Seperti yang terpantau di Madrasah Diniyah Nasy-atul Muta’allimin Candi, Dungkek, Sumenep.
Meski ketika pagi sudah menempuh pendidikan formal, ternyata di sorenya anak-anak juga belajar di MDT Nasy-mut.
Berdasar data yang dihimpun dari MDT Nasy-mut pada tahun ajaran 2024-2025, terdapat 93 siswa untuk ula, dan 40 siswa untuk wustha.
Pantauan Nasymut.id, anak-anak serius mengikuti pembelajaran di kelas. Mereka tampak riang belajar mengaji, berdoa hingga menulis arab.
Menurut Kepala MDT, Nahwari, keberadaan MDT penting di era milenial saat ini. Sebab, memberikan bekal mental pendidikan agama sejak dini sangat utama mengingat anak-anak kita merupakan generasi bangsa.
“Alhamdulillah, minat masyarakat untuk MD sangat tinggi. Ini pertanda bahwa tingkat kesadaran belajar agama cukup tinggi. Sehingga banyak anak-anak belajar di sekolah formal dan madrasah diniyah. Pagi di sekolah formal, sore madrasah diniyah,” ungkapnya, 25 Juli 2024.
Ustazah asal Desa Candi ini menjelaskan, kesadaran belajar agama menjadi kewajiban bagi masyarakat, terutama anak-anak. Dan memilih madrasah diniyah sebagai lembaga untuk memperoleh ilmu agama adalah tepat.
Meskipun kata Nahwari, kesejahteraan honor guru MDT masih sangat minim. Tapi semangat mengajar para guru sangat tinggi.
“Tapi para guru di Nasy-mut ikhlas mengajar. Selam mengandalkan bantuan stimulan orangtua siswa, kami juga dapat bantuan dari pemerintah daerah. Saya memberikan apresiasi terhadap guru-guru MDA, meskipun honor relatif kecil,” katanya. [Tim]
Tinggalkan Komentar