Info Sekolah
Kamis, 16 Apr 2026
  • Nasymut Media menerima karya dari guru, siswa, hingga alumni berbentuk opini, esai, puisi, cerpen, cerbung, pantun, dll. Karya bisa dikirimkan lewat email atau nomor WhatsApp yang terterta | Karya yang masuk akan mendapatkan sovenir
  • Nasymut Media menerima karya dari guru, siswa, hingga alumni berbentuk opini, esai, puisi, cerpen, cerbung, pantun, dll. Karya bisa dikirimkan lewat email atau nomor WhatsApp yang terterta | Karya yang masuk akan mendapatkan sovenir
25 Juli 2024

Minat Belajar Madrasah Diniyah di Nasy-mut Meningkat, Siswa Baru Terus Bertambah

Kam, 25 Juli 2024 Dibaca 614x Berita

DUNGKEK, nasymut.id– Minat dan kesadaran masyarakat mendidik anaknya di pendidikan non formal melalui madrasah diniyah takmiliyah (MDT) terus meningkat. Seperti yang terpantau di Madrasah Diniyah Nasy-atul Muta’allimin Candi, Dungkek, Sumenep.

Meski ketika pagi sudah menempuh pendidikan formal, ternyata di sorenya anak-anak juga belajar di MDT Nasy-mut.

Berdasar data yang dihimpun dari MDT Nasy-mut pada tahun ajaran 2024-2025, terdapat 93 siswa untuk ula, dan 40 siswa untuk wustha.

Pantauan Nasymut.id, anak-anak serius mengikuti pembelajaran di kelas. Mereka tampak riang belajar mengaji, berdoa hingga menulis arab.

Menurut Kepala MDT, Nahwari, keberadaan MDT penting di era milenial saat ini. Sebab, memberikan bekal mental pendidikan agama sejak dini sangat utama mengingat anak-anak kita merupakan generasi bangsa.

“Alhamdulillah, minat masyarakat untuk MD sangat tinggi. Ini pertanda bahwa tingkat kesadaran belajar agama cukup tinggi. Sehingga banyak anak-anak belajar di sekolah formal dan madrasah diniyah. Pagi di sekolah formal, sore madrasah diniyah,” ungkapnya, 25 Juli 2024.

Ustazah asal Desa Candi ini menjelaskan, kesadaran belajar agama menjadi kewajiban bagi masyarakat, terutama anak-anak. Dan memilih madrasah diniyah sebagai lembaga untuk memperoleh ilmu agama adalah tepat.

Meskipun kata Nahwari, kesejahteraan honor guru MDT masih sangat minim. Tapi semangat mengajar para guru sangat tinggi.

“Tapi para guru di Nasy-mut ikhlas mengajar. Selam mengandalkan bantuan stimulan orangtua siswa, kami juga dapat bantuan dari pemerintah daerah. Saya memberikan apresiasi terhadap guru-guru MDA, meskipun honor relatif kecil,” katanya. [Tim]

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar