
DUNGKEK, nasymut.id – Sekretaris Yayasan Al-Jailani, Candi, Dungkek, Sumenep Norman mengatakan bahwa semua program yang disusun oleh divisi-divisi pada Musyawarah Kerja (Musyker) harus berbasis kebutuhan.
“Jadi program bukan lagi berbasis keinginan, tapi kebutuhan,” jelas guru MA Nasy-atul Muta’allimin ini, Ahad, 15 September 2024.
Meski demikian, alumnus Ponpes Karang Cempaka Bluto ini juga menegaskan bahwa program harus terbuka terhadap masukan dari berbagai kalangan, terutama dari satuan-satuan pendidikan yang ada di bawah naungan Yayasan.
“Karena kita ingin program dan kegiatan yang dicanangkan tidak tertutup, tetapi juga menerima masukan dari berbagai kalangan. Sehingga program benar-benar tepat,” tegasnya.
Oleh karena itu, pada Musyker nanti, tidak hanya diikuti oleh pengurus Yayasan, tetapi juga dari beberapa elemen seperti para kepala madrasah hingga rekan-rekan alumni yang tergabung dalam IAMAN.
“Nanti akan ada pleno dari masing-masing divisi, kemudian kita bahas bersama untuk menghasilkan program yang matang dan sesuai dengan kebutuhan Madrasah Nasy-atul Muta’allimin,” jelasnya.
Sementara peserta Musyker akan dibagi menjadi 6 komisi, yakni Pendidikan; Pengelolaan Aset dan Pembangunan; Pengembangan Usaha; Dakwah dan Humasy; Kealumnian; dan Teknologi dan Informasi. Kemudian juga ditambah 1 Komisi Keuangan. (Tim)
Tinggalkan Komentar