
Dungkek, nasymut.id — Suasana MA Nasy-atul Muta’allimin pada Ahad, 2 November 2025, tampak berbeda dari biasanya. Siswa kelas akhir (kelas XII) tampak antusias mengikuti kegiatan praktik pembuatan tas batik ecoprint yang dilaksanakan di lingkungan madrasah. Kegiatan ini menjadi ajang bagi para siswa untuk mengasah kreativitas sekaligus belajar menjaga kelestarian alam melalui karya seni.
Proses pembuatan tas ecoprint ini dibimbing langsung oleh Liza Yulianita, S.Pd., guru MA Nasy-atul Muta’allimin. Dalam praktiknya, siswa diajarkan cara memanfaatkan bahan-bahan alami seperti daun dan bunga untuk menciptakan motif batik yang indah dan khas, kemudian diaplikasikan menjadi tas yang bernilai estetika sekaligus ramah lingkungan.
Dalam penjelasannya, Liza Yulianita menyebutkan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pelatihan keterampilan yang diintegrasikan dengan pembelajaran madrasah. “Kegiatan ini merupakan keterampilan yang diberikan kepada siswa dalam rangka melatih mereka untuk aktif dalam pengembangan ekonomi kreatif,” ungkapnya.
Guru yang dikenal akrab dengan para siswanya itu juga menambahkan tujuan penting lain dari kegiatan ini. “Kegiatan ini juga kami laksanakan untuk menumbuhkan kesadaran siswa dalam melestarikan lingkungan dan mengurangi penggunaan tas plastik,” jelas Bu Liza.
Salah satu peserta, Navila, siswa kelas XII, turut menyampaikan kesan positifnya setelah mengikuti kegiatan tersebut. “Saya senang sekali dengan kegiatan ini, soalnya bisa belajar keterampilan baru dan juga cantik. Jadi selain belajar, kita juga bisa ikut menjaga lingkungan,” ujarnya dengan wajah sumringah. (Lis)
Tinggalkan Komentar