
DUNGKEK, nasymut.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dua siswa MA Nasy-atul Muta’allimin, Candi, Dungkek, Sumenep.
Mereka ialah Sindy Khofifah dan Nafila. Keduanya berhasil masuk sebagai semifinalis 5 besar dalam lomba Story Telling yang digelar English Club Universitas Wiraraja.
Pengumuman semifinalis dilakukan secara daring pada Senin, 7 Oktober 2024, yang disambut antusias oleh para peserta dan sekolah-sekolah yang terlibat. Kompetisi Story Telling ini diselenggarakan dalam format online, di mana para peserta diminta mengirimkan video penampilan mereka kepada panitia lomba maksimal pada tanggal 29 September 2024 lalu. Dalam video tersebut, setiap peserta harus mampu menampilkan kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris dengan baik, serta menyampaikan cerita dengan ekspresi dan penghayatan maksimal.
MA Nasy-atul Muta’allimin mengirimkan tiga peserta dalam lomba bergengsi ini, termasuk Sindy dan Nafila yang berhasil mencapai semifinal. Ketiga peserta ini dibimbing oleh Ummul Khair, seorang mentor berpengalaman dalam berbagai kompetisi pidato bahasa Inggris. Ummul Khair juga merupakan pembimbing Al-Jailani English Club (AEC), sebuah komunitas pecinta bahasa Inggris di Madrasah Nasy-atul Muta’allimin yang fokus dalam bidang public speaking.
Menurut Ummul Khair, persiapan para siswa untuk lomba ini tidaklah singkat. Ketiga peserta mulai mempersiapkan diri sejak satu bulan yang lalu. Mereka terlibat dalam proses yang cukup panjang, mulai dari menyusun naskah cerita, menghafal teks, hingga berlatih ekspresi dan intonasi yang tepat. Bimbingan intensif dari Ummul Khair sangat membantu mereka dalam menyempurnakan penampilan.
“Story Telling adalah salah satu kompetisi yang paling menantang dalam public speaking. Selain harus menghafal naskah, peserta juga harus belajar mengekspresikan cerita seolah-olah mereka adalah bagian dari cerita tersebut. Itu membutuhkan kemampuan teaterikal yang kuat,” ujar Wanita lulusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Islam Malang itu, Selasa, 8 Oktober 2024.
Menurutnya, pencapaian Sindy dan Nafila adalah sesuatu yang luar biasa dan perlu diapresiasi. “Saya sangat bangga dan tidak menyangka mereka bisa sampai ke tahap ini. Ini adalah pengalaman baru bagi mereka. Mereka benar-benar memulai dari nol. Ini benar-benar hasil dari kerja keras dan usaha mereka selama ini. Saya berharap mereka bisa melanjutkan perjuangan ini hingga babak final, bahkan menjadi juara,” tambah juara satu Duta Wisata Sumenep 2017 ini.
Wanita yang juga berprofesi sebagai perias itu tidak bisa menyembunyikan kebanggaannya atas prestasi anak didiknya. Ia mengakui bahwa Story Telling adalah tantangan yang cukup besar, tetapi dengan latihan yang terus-menerus, para siswa berhasil menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
“Saya senang sekali karena usaha mereka tidak sia-sia. Ini adalah bukti bahwa dengan bimbingan yang tepat dan kerja keras, siapa pun bisa meraih prestasi,” katanya dengan penuh bangga.
Ia juga berharap agar Sindy dan Nafila bisa melangkah lebih jauh dalam kompetisi ini, membawa pulang piala juara, dan mengharumkan nama MA Nasy-atul Muta’allimin.
“Semoga mereka bisa menjadi juara dan terus menginspirasi teman-teman mereka di sekolah. Saya yakin, dengan dukungan penuh dari semua pihak, mereka bisa meraih prestasi terbaik,” pungkasnya. (LIS)
Tinggalkan Komentar