Info Sekolah
Sabtu, 30 Mei 2026
  • Nasymut Media menerima karya dari guru, siswa, hingga alumni berbentuk opini, esai, puisi, cerpen, cerbung, pantun, dll. Karya bisa dikirimkan lewat email atau nomor WhatsApp yang terterta | Karya yang masuk akan mendapatkan sovenir
  • Nasymut Media menerima karya dari guru, siswa, hingga alumni berbentuk opini, esai, puisi, cerpen, cerbung, pantun, dll. Karya bisa dikirimkan lewat email atau nomor WhatsApp yang terterta | Karya yang masuk akan mendapatkan sovenir
12 Februari 2025

Puisi Nailisy Syarifa

Rab, 12 Februari 2025 Dibaca 184x Puisi

Aku dan Pena di Perantauan

Bila malam datang mengantar gemercik embun

Pohon-pohon rindang menari menyampaikan pesan

rinduku di perantauan

Maka, sebelum ujung penaku patah dihantam kesunyian

Kutulis rindu di sanubari; kata-kata yang gelisah dan

juga gersang menunggu pertemuan

Namun, aku yakin rindu itu akan menjelma mutiara berkilau bak cahaya matahari dan bulan purnama

*) Nailisy Syarifa, lahir di Taman Sare, Dungkek. Saat ini tercatat sebagai siswa Kelas IXA MTs. Nasy-atul Muta’allimin, Candi, Dungkek, Sumenep.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar