
Aku dan Pena di Perantauan
Bila malam datang mengantar gemercik embun
Pohon-pohon rindang menari menyampaikan pesan
rinduku di perantauan
Maka, sebelum ujung penaku patah dihantam kesunyian
Kutulis rindu di sanubari; kata-kata yang gelisah dan
juga gersang menunggu pertemuan
Namun, aku yakin rindu itu akan menjelma mutiara berkilau bak cahaya matahari dan bulan purnama

*) Nailisy Syarifa, lahir di Taman Sare, Dungkek. Saat ini tercatat sebagai siswa Kelas IXA MTs. Nasy-atul Muta’allimin, Candi, Dungkek, Sumenep.
Tinggalkan Komentar