
Sajadah Malam
Tengah malam aku bangun
menghancurkan kesunyian
Hanya aku dan Tuhan yang menyertai
Dalam keheningan yang mendalam
Dalam sujud terakhir salatku
kupersembahkan doa yang tak terhingga
untuk seorang lelaki berparas bulan;
semoga kau dan aku menjadi satu
Jiwaku dan jiwamu
berpilin dalam kesucian
terpatri dalam keabadian.
–
–
Secangkir Kopi
Angin malam dingin berdesir
Daun-daun berguguran
Kuminum kopi dengan sejuta kenangan
Namun, kenangan kian lekat
Alfabet cintamu terjejer rapi
mengedap di dasar kopiku.
–
–
Nasy–atul Muta’allimin
Kudaras keindahan pada tembok
kuning langsatmu, juga baris demi
baris aksara pada lembar keheningan
Matahari terbit perlahan
memancarakan cahaya iman
dan kilau perjuangan dari masa silam
Oh, madrasahku…
Tetaplah jaya dalam keindahanmu
peluklah aku, anak didikmu, yang tertatih
mengeja nikmat, mengaji syukur di pangkuanmu
Madrasahku…
Suka duka kulalui di sini
Semoga kau senantiasa sentosa memancarkan cahaya iman.

*) Annadzifah, lahir di Jenangger, Batang-Batang. Saat ini tercatat sebagai siswa Kelas VIII (Program Unggulan) MTs. Nasy-atul Muta’allimin, Candi, Dungkek, Sumenep.
Tinggalkan Komentar