Info Sekolah
Senin, 06 Apr 2026
  • Nasymut Media menerima karya dari guru, siswa, hingga alumni berbentuk opini, esai, puisi, cerpen, cerbung, pantun, dll. Karya bisa dikirimkan lewat email atau nomor WhatsApp yang terterta | Karya yang masuk akan mendapatkan sovenir
  • Nasymut Media menerima karya dari guru, siswa, hingga alumni berbentuk opini, esai, puisi, cerpen, cerbung, pantun, dll. Karya bisa dikirimkan lewat email atau nomor WhatsApp yang terterta | Karya yang masuk akan mendapatkan sovenir
1 Februari 2025

Puisi-Puisi Norman

Sab, 1 Februari 2025 Dibaca 187x Puisi

JERANGKONG DALAM LEMARI

Dengan menyandang anak kunci

Kau buka pintu kantormu

Mewah dan menakjubkan

Namun sayang

Tuan tidak sadar

Apa saja yang di hadapanmu

Engkau gilas

Kepandaianmu hanya menjilat pantat

Sadarlah, Tuan Yang Terhormat

Bahwa semuanya

Tak kan kau bawa ke liang lahat

Dengan menutup ruang kerjamu

Kau selipkan ball poin

Untuk menambahkan nol di belakang koma

Hidupmu telah terbungkus rapi

Oleh jaring laba-laba

Penuh bayang misteri

Kata orang, tuan adalah terhormat

Tapi aku

Melihat diri tuan

Bagaikan jerangkong yang berdasi

Sambil menjinjing tas exclusive

Tuan…

Tuan harus iling

Karena pintu tobat masih terbuka

Kalau tidak, Tuan akan menyesal

KISAH SETANGKAI MAWAR

Api menjadi bara

Bara menjadi debu

Mawar indah yang setangkai

Kini tercampak dalam pelimbahan

Sementera keriangan,

Tak pernah bersekutu dengan takdir

Hanya kegagalan bertiup lirih

Menerpa jiwa yang sedang lena

Sejuta kisah kasih asmara

Tak mampu menunas

Dalam sepaket senyum (bahagia)

Kata-kata pujangga

Tak mampu menyejukkan hati

Karena kejujuran telah ternodai

Kata bermadu tapi berbisa

Membuat nurani kejang

Dalam pedih

Dalam perih

Yang menyengat

Dasar kau pengkhianat Selamat kau kulaknat…!

SATU MALAM DI SEBUAH NIGHT CLUB

Malam semakin kelam

Bagai rangkaian kerudung hitam

Tak bertepi

Gedung-gedung pencakar langit

Menjulang dengan angkuhnya

Seakan menantang zaman

Kota besar bagaikan hamparan beton

Yang tak pernah tidur

Di sana hidup manusia

Dengan aneka ragam tingkatan sosialnya

Sungguh hati terasa perih

Saat kusaksikan night club

Berdiri megah

Dengan warna-warna lampu

Yang menggiring

Hati manusia yang gampang tergoda

Mereka terlena

Dalam kepulan asap rokok

Serta minuman yang memabukkan

Namun ingatlah

Wahai mansia terkutuk

Jika kalian mendapatkan kebahagiaan

Dalam gelas minuman

Maka bersiaplah

Menanggung penderitaan di atas ranjang Camkan itu baik-baik…!

DESAH ILALANG

Seuntai harapan yang kubawa

ternyata harus terkubur bersama luka

karena deraian air mata

tak lagi menjelma permata

seembun kasih yang kudamba

tak selebih hanyalah salju

di muslim kemarau

yang sebentar hancur dan melebur

ditindih cahaya matahari

kucoba melangkah,

walaupun tak tentu arah

hanya desah ilalang yang basah

yang turut resah,

di kala batin ini mendesah

ingin aku raup

rona jingga pelangi kasih

yang menggantung

dibatas cakrawala

Namun,

jiwaku merintih, lirih

lantaran sukmaku terpenjara tanpa jendela

Dan impianku harus menepi di antara jeruji hati

yang sempit menjepit

benih ketabahan dan kesetiaan yang kutanam

ternyata…

harus berdasar di atas batu

sedang yang tersisa…

Kini…

hanyalah sembilu mengiris kalbu

yang membuatku:

terisak pilu

ANALISIS PESONA

Pada sekilas pesonamu

menciptakan pelangi sarat warna

tangan-tangan cahaya

memergoki kealfaan

dalam gelap nan pekat

Inikah keindahan?

Atau lembaran kisah mimpi?

Ataukah sebuah muslihat ?

Lantas,

bagaimanakah aku membedakannya?

sedang yang aku tahu,

keindahan sering melahirkan cinta

dan mimpi hanya bagi mereka yang tidur

sedang muslihat

hanya bagi mereka yang pengecut

hingga takut hadapi kenyataan

Ah… aku bingung.

seingatku baru kali ini kita bertemu

Namun, semua itu tak penting buatku

Ketahuilah…

karena pesonamu

menciptakan pelukan matahari

bersinar lembut dalam hatiku semoga semua ini tidaklah semu

*) Norman, M.Pd.I., alumnus PP Nurul Islam, Karang Cempaka, Bluto. Saat ini, ia mengajar sosiologi di MA Nasy-atul Muta’allimin, Candi, Dungkek.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar