Info Sekolah
Sabtu, 30 Mei 2026
  • Nasymut Media menerima karya dari guru, siswa, hingga alumni berbentuk opini, esai, puisi, cerpen, cerbung, pantun, dll. Karya bisa dikirimkan lewat email atau nomor WhatsApp yang terterta | Karya yang masuk akan mendapatkan sovenir
  • Nasymut Media menerima karya dari guru, siswa, hingga alumni berbentuk opini, esai, puisi, cerpen, cerbung, pantun, dll. Karya bisa dikirimkan lewat email atau nomor WhatsApp yang terterta | Karya yang masuk akan mendapatkan sovenir
27 Juli 2024

Sattar Syam: Guru Harus Jadi Contoh Baik dalam Segala Aspek

Sab, 27 Juli 2024 Dibaca 842x Berita

GULUK-GULUK, nasymut.id – Madrasah Aliyah (MA) Nasy-atul Muta’allimin Candi, Dungkek melaksanakan Kompolan Rutin Satto Kalebun yang berlangsung di kediaman Bapak Sattar Syam, Guluk-guluk Sumenep, Sabtu, 27 Juli 2024.

Kompolan yang diberi nama KORUT SAKA ini dimulai dengan zikir bersama yang dipimpin oleh Kiai Fathor Rahman selaku Kepala MA Nasy-atul Muta’allimin saat ini. Pembacaan Rotibul Haddad yang khusyuk mengawali acara sembari menciptakan suasana yang penuh keberkahan dan kekhidmatan.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sekapur sirih dari Sattar Syam, yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala MTs 1 Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep.

Dalam sambutannya, Kepala MA periode 2010-2014 ini menyampaikan beberapa hal penting kepada seluruh guru. Beliau mengapresiasi kinerja KH Syafiq dan Kiai Fathor Rahman dalam memimpin MA Nasy-atul Muta’allimin. Menurutnya, MA Nasy-mut semakin progrosif, inovatif dan kreatif. Pria yang saat ini berdomisili di Guluk-guluk itu juga berharap agar materi SKAU (Standar Ketuntasan Amaliyah Ubudiyah) terus ditingkatkan.

“Karena harapan masyarakat terhadap madrasah itu semakin besar. Maka materi SKAU (Standar Ketuntasan Amaliyah Ubudiyah) perlu ditekankan,” katanya.

Magister pendidikan ini mengisahkan bahwa pernah ada percakapan dengan masyarakat tentang alumni MA yang sudah terbiasa memimpin tahlil di masyarakat. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran pendidikan madrasah dalam membentuk karakter dan kemampuan siswa.

“Untuk itu, pesan saya kepada para guru untuk selalu bersikap profesional dalam menjalankan tugasnya, termasuk mempersiapkan perangkat pembelajaran dengan baik,” jelasnya

Masih kata Sattar Syam, tiga tantangan utama yang dihadapi oleh para guru saat ini. Pertama, kedisiplinan, terutama yang berkaitan dengan waktu. Kedua, persoalan mendidik, di mana rata-rata guru hanya fokus mengajar tanpa benar-benar mendidik. Beliau menegaskan pentingnya menjadi guru yang mendidik. Ketiga, menjadi teladan bagi siswa, mulai dari cara berbicara hingga bersikap.

“Guru harus bisa menjadi contoh yang baik bagi siswa dalam segala aspek,” tegas pria asal Candi ini.

Diketahui bahwa KORUT SAKA merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap bulan. Tujuannya untuk menjadi ajang silaturahim antar para keluarga guru, karyawan, dan pimpinan madrasah.

Selain itu,  sebagai wadah untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman. Diharapkan melalui kegiatan ini, semangat kebersamaan dan profesionalisme di lingkungan MA Nasy-atul Muta’allimin terus terawat. (Tim)

Artikel ini memiliki

1 Komentar

alhamdulillah. Terima kasih atas kunjungannya di gubuk reot saya. Saya skeluarga bahagia sekali. Tetapi mohon maaf atas kekurangan dalam cara menghargai tamu, karena hanya seperti itulah gaya saya. Bulan depan ke sini lagi?

Tinggalkan Komentar