Info Sekolah
Kamis, 16 Apr 2026
  • Nasymut Media menerima karya dari guru, siswa, hingga alumni berbentuk opini, esai, puisi, cerpen, cerbung, pantun, dll. Karya bisa dikirimkan lewat email atau nomor WhatsApp yang terterta | Karya yang masuk akan mendapatkan sovenir
  • Nasymut Media menerima karya dari guru, siswa, hingga alumni berbentuk opini, esai, puisi, cerpen, cerbung, pantun, dll. Karya bisa dikirimkan lewat email atau nomor WhatsApp yang terterta | Karya yang masuk akan mendapatkan sovenir
5 November 2025

SEMERBAK PAGI DI LADANG – Puisi Cindy khofifah*

Rab, 5 November 2025 Dibaca 82x Puisi

SEMERBAK PAGI DI LADANG

Pagi yang hening, kabut menggantung dingin

Embun membasahi dedaunan hijau

Sunyi menyelimuti ladang yang luas

Seolah-olah semesta masih terlelap

Ladang terbentang luas bagai sayap

Petak petak tanah tumbuh harapan tua

Daun daun tegak menari, menata menyiram harapan

Yang perlahan menguning di bawa hamparan angin

Setiap helai tembakau disapa dengan lantang

Di petik seperti alunan rindu

Seperti menyisir pantai kala itu

Walau setiap gurat uratnya menyimpan waktu

Lembar lembar tembakau dijemur di tali bambu

Kering perlahan, seperti surat cinta untuk waktu

Matahari bagai lentera

Menyaksikan barisan daun yang sunyi

Lalu lahirlah keindahan yang tak pernah mati

Bukan perihal daun yang dijual

Ini adalah hasil, dari perjalanan hari

Tempat jiwa merajut mimpi

Sajak bumi yang terukir kasih

Engkau bukan hanya tanah dan batang

Tapi kitab panjang yang menceritakan kesetiaan

Bukan juga hanya sebidang tanah Melainkan lembaran hidup yang di baca dunia

Ilustrasi hasil generate image via Artificial Intelligence

*Cindy Khofifah
Lahir dan besar di Bunpenang, Dungkek. Saat ini tercatat sebagai siswa kelas XII IPS MA Nasy-atul Muta’allimin, Candi.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar