
–
Pagi yang hening, kabut menggantung dingin
Embun membasahi dedaunan hijau
Sunyi menyelimuti ladang yang luas
Seolah-olah semesta masih terlelap
Ladang terbentang luas bagai sayap
Petak petak tanah tumbuh harapan tua
Daun daun tegak menari, menata menyiram harapan
Yang perlahan menguning di bawa hamparan angin
Setiap helai tembakau disapa dengan lantang
Di petik seperti alunan rindu
Seperti menyisir pantai kala itu
Walau setiap gurat uratnya menyimpan waktu
Lembar lembar tembakau dijemur di tali bambu
Kering perlahan, seperti surat cinta untuk waktu
Matahari bagai lentera
Menyaksikan barisan daun yang sunyi
Lalu lahirlah keindahan yang tak pernah mati
Bukan perihal daun yang dijual
Ini adalah hasil, dari perjalanan hari
Tempat jiwa merajut mimpi
Sajak bumi yang terukir kasih
Engkau bukan hanya tanah dan batang
Tapi kitab panjang yang menceritakan kesetiaan
Bukan juga hanya sebidang tanah Melainkan lembaran hidup yang di baca dunia


*Cindy Khofifah
Lahir dan besar di Bunpenang, Dungkek. Saat ini tercatat sebagai siswa kelas XII IPS MA Nasy-atul Muta’allimin, Candi.
Tinggalkan Komentar