
DUNGKEK, nasymut.id – Tiga guru dari MA Nasy-atul Muta’allimin, Candi, Dungkek, Sumenep terlibat aktif dalam Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka yang diselenggarakan oleh KKM MA Timur Daya.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari Selasa hingga Kamis, tanggal 6-8 Agustus 2024, bertempat di Aula Kantor MWC Gapura. Kegiatan ini merupakan inisiatif KKM yang melibatkan beberapa madrasah di wilayah Timur Daya, yang meliputi Gapura, Batang-Batang, dan Dungkek.
MA Nasy-atul Muta’allimin mengutus tiga perwakilan utama dalam pelatihan ini, yaitu Fathor Rahman (Kepala Madrasah), Safrawi (Operator Madrasah), dan Dardiri (Kepala Tata Usaha). Ketiga guru dan karyawan ini dipilih berdasarkan prestasi mereka serta peran penting yang mereka emban dalam pengelolaan dan pengembangan madrasah.
Diketahui, pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang konsep dan struktur Kurikulum Merdeka, yang kini menjadi fokus utama dalam upaya reformasi pendidikan di Indonesia. Salah satu tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk menciptakan kelas Merdeka Belajar melalui penerapan pembelajaran berdiferensiasi, yang memungkinkan siswa belajar sesuai dengan kebutuhan, minat, dan kemampuannya.
Kepala MA Nasy-atul Muta’allimin, Fathor Rahman mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat penting bagi peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah. “Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan kelas Merdeka Belajar melalui pembelajaran berdiferensiasi. Dengan begitu, kita dapat memberikan layanan pendidikan yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa,” jelas Fathor Rahman, Jumat, 16 Agustus 2024.
Dardiri mengaku sangat bersyukur bisa mengikuti kegiatan semacam ini. Menurutnya, pelatihan ini memberikan wawasan baru yang sangat berguna dalam tugas sehari-harinya. “Saya sangat bersyukur bisa mengikuti pelatihan ini. Ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan sangat bermanfaat, terutama dalam menghadapi tantangan-tantangan baru dalam pendidikan,” ungkapnya.
Safrawi, selaku Operator Madrasah, juga menyatakan hal serupa. Baginya, pelatihan ini memberikan banyak pengetahuan baru, khususnya yang berkaitan dengan aspek administrasi pendidikan. “Saya mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman dalam kegiatan ini, terutama yang berkaitan dengan hal-hal administratif. Ini akan sangat membantu dalam pekerjaan saya sehari-hari,” tutur Safrawi. (LIS/S)
Tinggalkan Komentar