Info Sekolah
Kamis, 16 Apr 2026
  • Nasymut Media menerima karya dari guru, siswa, hingga alumni berbentuk opini, esai, puisi, cerpen, cerbung, pantun, dll. Karya bisa dikirimkan lewat email atau nomor WhatsApp yang terterta | Karya yang masuk akan mendapatkan sovenir
  • Nasymut Media menerima karya dari guru, siswa, hingga alumni berbentuk opini, esai, puisi, cerpen, cerbung, pantun, dll. Karya bisa dikirimkan lewat email atau nomor WhatsApp yang terterta | Karya yang masuk akan mendapatkan sovenir
13 Mei 2025

Upacara Pembukaan Nasymut Berkemah 2025 Berlangsung Meriah

Sel, 13 Mei 2025 Dibaca 357x Berita

Dungkek, nasymut.id – Selasa pagi, 13 Mei 2025, halaman Madrasah Nasy-atul Muta’allimin Candi Dungkek tampak lebih ramai. Sebanyak 264 peserta yang terdiri dari siswa MI, MTs, dan MA bersama 14 pembina dan Kamabigus mengikuti upacara pembukaan kegiatan perkemahan tahun 2025 yang akan berlangsung selama tiga hari, dari Selasa hingga Kamis, 13-15 Mei 2025.
Acara pembukaan ini juga dihadiri oleh perwakilan pimpinan dari masing-masing jenjang madrasah, yaitu MI, MTs, dan MA, masing-masing sebanyak dua orang. Dengan semangat Pramuka, para peserta tampak antusias mengikuti jalannya upacara meskipun cuaca cukup terik.
Dalam sambutannya, Kiai Fathor Rahman, Mabigus Penegak Pramuka Al-Jailani, menyampaikan pesan penting kepada seluruh peserta agar memanfaatkan kegiatan perkemahan ini untuk belajar hidup sederhana dan mandiri. Ia juga menekankan pentingnya nilai cinta alam dan kasih sayang terhadap sesama.
“Anak-anakku semua, perkemahan ini bukan sekadar tidur di tenda dan makan bareng. Di sini kalian belajar menjadi manusia yang tangguh, mencintai alam, dan menyayangi sesama. Ini adalah bekal penting, bukan hanya untuk hari ini, tapi juga untuk masa depan kalian,” tutur Kiai Fathor dengan penuh semangat.
Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada para wali siswa yang sejak pagi menemani anak-anak mereka dari luar area perkemahan. “Kami sampaikan kepada para wali, mohon tenang dan percaya. Anak-anak panjenengan tidak hanya tidur dan makan di sini, tapi juga sedang belajar hidup mandiri, belajar bertahan tanpa banyak bantuan, dan itu sangat penting untuk bekal hidup mereka ke depan,” tambahnya.
Di balik semaraknya upacara, sempat terjadi insiden kecil. Beberapa peserta putri mengalami pusing saat upacara berlangsung. Namun hal tersebut langsung ditangani oleh tim panitia dengan sigap. “Memang ada beberapa yang pusing karena belum sarapan, tapi alhamdulillah bisa langsung kami tangani dengan baik,” jelas Fida, salah seorang pembina Pramuka Al-Jailani. (TIM)

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar