
Kala Itu
Gemuruh angin menghampiriku
Menyampaikan bait-bait rindu
Hari pertama di pekan lalu
Kamu hadir bagai candu
Bagai bunga mekar
Di tengah padang yang gersang
Aku terdiam melihatmu
Sambil menghirup angin lalu
Kau tau
Aku melihatmu seperti senja
Yang terdiam mengagumi mentari
Yang perlahan tenggelam
–
–
Antara Kamu dan Malam Nisfu Sya’ban
Kamu dan malam ini
Di langit yang syahdu
Angin membawa doaku
Namamu terhuyung, lalu terlangitkan
Menyelinap ke celah langit yang terbuka
Bulan menatapku begitu lembut
Seperti tatapanmu selalu kujaga
Malam ini langit menjelma kitab
Lembaran takdir ditulis ulang
Adakah namaku bersanding dengan namamu?
Malam ini menjadi saksi
Cinta dan pengharapan yang tak pernah mati

*) Moh. Hariyanto, lahir di Jadung, Dungkek. Saat ini tercatat sebagai siswa kelas XII MA. Nasy-atul Muta’allimin, Candi, Dungkek, Sumenep.
Tinggalkan Komentar