
Ikat Pinggang
Ikat pinggang, tali kehidupan yang tak begitu tampak
Terkunci di pinggang, menyembunyikan kisah yang rapat
Di balik anyaman kulit dan logam dingin
Ada cerita yang tak terucap, namun terpatri dalam setiap lekukan
Bukan hanya penjaga celana
tapi pengikat mimpi yang tak terhingga
Menahan ambisi agar tetap pada jalannya
Teguh, meski kadang dunia berusaha menggerakkan
Setiap ikatanmu adalah simpul harapan
Mengingatkan kita pada batasan, namun tak terbelenggu
Mengikat erat bukan berarti membatasi
Ikat pinggang, kau mengajarkan kita tentang keseimbangan.
–
–
Madrasah
Nasy-atul Muta’allimin tempat asa bermula
Di setiap sudutmu, ilmu menjelma
Kau bimbing kami dengan cinta dan iman
membuka jalan menuju harapan.
Dindingmu menyimpan jejak mimpi
suara guru menyulam arti.
Setiap pelajaran yang kautanamkan
menjadi bekal di masa depan.
Tak hanya tentang angka dan kata,
kauajarkan akhlak, kaubentuk jiwa.
Di bawah naungan namamu yang mulia
kami tumbuh dalam cinta-Nya.
Wahai tempat cahaya ilmu memancar,
kau jadi rumah bagi pencari akar.
Langkah kami tak kan pernah goyah,
karena engkau adalah madrasah berkah.
Nasy-atul Muta’allimin pilar kehidupan
melahirkan generasi penuh keimanan.
Kami bangga menyebut namamu
tempat segala cita berpadu.
–
–
Kaus Kaki
Di balik sepatu yang berdebu,
kaus kaki setia menemani langkahmu.
Tak tampak di mata, namun hadir dalam diam,
membalut kaki, tak kenal lelah, tak pernah jenuh.
Ketika dunia sibuk berputar cepat,
kaus kaki tetap menjaga tanpa pernah tergesa.
Di setiap rajutan benang yang sederhana
tersembunyi kenyamanan yang luar biasa.
Ia tak minta pujian, hanya berfungsi diam,
menciptakan kehangatan di hari yang panjang.
Ketika kita berhenti dan menatap ke bawah, barulah kita tahu, kaus kaki adalah rumah bagi kaki yang lelah.

*) Saiful Anwar, lahir di Bilangan, Batang-Batang. Saat ini tercatat sebagai siswa Kelas XII MA. Nasy-atul Muta’allimin, Candi, Dungkek, Sumenep.
Tinggalkan Komentar