Info Sekolah
Rabu, 28 Okt 2026
  • Nasymut Media menerima karya dari guru, siswa, hingga alumni berbentuk opini, esai, puisi, cerpen, cerbung, pantun, dll. Karya bisa dikirimkan lewat email atau nomor WhatsApp yang terterta | Karya yang masuk akan mendapatkan sovenir
  • Nasymut Media menerima karya dari guru, siswa, hingga alumni berbentuk opini, esai, puisi, cerpen, cerbung, pantun, dll. Karya bisa dikirimkan lewat email atau nomor WhatsApp yang terterta | Karya yang masuk akan mendapatkan sovenir
12 Februari 2025

Puisi-puisi Saiful Anwar

Rab, 12 Februari 2025 Dibaca 601x Puisi

Ikat Pinggang

Ikat pinggang, tali kehidupan yang tak begitu tampak

Terkunci di pinggang, menyembunyikan kisah yang rapat

Di balik anyaman kulit dan logam dingin

Ada cerita yang tak terucap, namun terpatri dalam setiap lekukan

Bukan hanya penjaga celana

tapi pengikat mimpi yang tak terhingga

Menahan ambisi agar tetap pada jalannya

Teguh, meski kadang dunia berusaha menggerakkan

Setiap ikatanmu adalah simpul harapan

Mengingatkan kita pada batasan, namun tak terbelenggu

Mengikat erat bukan berarti membatasi

Ikat pinggang, kau mengajarkan kita tentang keseimbangan.

Madrasah

Nasy-atul Muta’allimin tempat asa bermula

Di setiap sudutmu, ilmu menjelma

Kau bimbing kami dengan cinta dan iman

membuka jalan menuju harapan.

Dindingmu menyimpan jejak mimpi

suara guru menyulam arti.

Setiap pelajaran yang kautanamkan

menjadi bekal di masa depan.

Tak hanya tentang angka dan kata,

kauajarkan akhlak, kaubentuk jiwa.

Di bawah naungan namamu yang mulia

kami tumbuh dalam cinta-Nya.

Wahai tempat cahaya ilmu memancar,

kau jadi rumah bagi pencari akar.

Langkah kami tak kan pernah goyah,

karena engkau adalah madrasah berkah.

Nasy-atul Muta’allimin pilar kehidupan

melahirkan generasi penuh keimanan.

Kami bangga menyebut namamu

tempat segala cita berpadu.

Kaus Kaki

Di balik sepatu yang berdebu,

kaus kaki setia menemani langkahmu.

Tak tampak di mata, namun hadir dalam diam,

membalut kaki, tak kenal lelah, tak pernah jenuh.

Ketika dunia sibuk berputar cepat,

kaus kaki tetap menjaga tanpa pernah tergesa.

Di setiap rajutan benang yang sederhana

tersembunyi kenyamanan yang luar biasa.

Ia tak minta pujian, hanya berfungsi diam,

menciptakan kehangatan di hari yang panjang.

Ketika kita berhenti dan menatap ke bawah, barulah kita tahu, kaus kaki adalah rumah bagi kaki yang lelah.

*) Saiful Anwar, lahir di Bilangan, Batang-Batang. Saat ini tercatat sebagai siswa Kelas XII MA. Nasy-atul Muta’allimin, Candi, Dungkek, Sumenep.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar