Info Sekolah
Rabu, 05 Agu 2026
  • Nasymut Media menerima karya dari guru, siswa, hingga alumni berbentuk opini, esai, puisi, cerpen, cerbung, pantun, dll. Karya bisa dikirimkan lewat email atau nomor WhatsApp yang terterta | Karya yang masuk akan mendapatkan sovenir
  • Nasymut Media menerima karya dari guru, siswa, hingga alumni berbentuk opini, esai, puisi, cerpen, cerbung, pantun, dll. Karya bisa dikirimkan lewat email atau nomor WhatsApp yang terterta | Karya yang masuk akan mendapatkan sovenir
14 Mei 2025

Ribuan Penonton Padati Madrasah Saksikan Pawai Obor dan Api Unggun

Rab, 14 Mei 2025 Dibaca 334x Berita

Dungkek, nasymut.id – Suasana di sekitar Madrasah Nasy-atul Muta’allimin Candi, Dungkek, Sumenep, Rabu malam (14 Mei 2025), berubah menjadi lautan manusia. Ribuan penonton dari berbagai desa memadati kawasan madrasah untuk menyaksikan kemeriahan pawai obor dan api unggun yang menjadi rangkaian utama kegiatan Nasymut Berkemah 2025.

Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB ini melibatkan seluruh peserta perkemahan, mulai dari tingkat MI, MTs, hingga MA, dengan jumlah sekitar 264 peserta. Masing-masing membawa obor menyusuri rute dari halaman madrasah menuju Pasar Candi dan kembali lagi ke halaman madrasah.

Pawai ini semakin semarak karena diiringi oleh dentuman ritmis Bandtong (drumband tong-tong) dari Putra Permata Band, yang berhasil menyedot perhatian warga sekitar. Sorak sorai dan tepuk tangan penonton terdengar nyaring di sepanjang jalan, menciptakan atmosfer yang meriah dan penuh semangat.

“Saya sendiri sampai kena macet di depan madrasah waktu mau masuk untuk mendampingi peserta perkemahan,” ungkap K. Fathor Rahman, Kepala MA Nasy-atul Muta’allimin, sambil tersenyum. “Tapi ini justru membahagiakan, karena antusiasme masyarakat terhadap kegiatan madrasah sangat luar biasa,” tambahnya.

Kepadatan penonton bahkan membuat lalu lintas di depan madrasah sempat lumpuh total. Abdul Qadir, salah seorang petugas keamanan yang bertugas mengatur lalu lintas malam itu, mengaku kewalahan. “Padat sekali, penonton membludak sampai ke jalan utama. Kami sempat kesulitan atur kendaraan karena semua ingin melihat dari dekat,” ujarnya.

Salah seorang penonton, Achmad Kholish dari Desa Nyabakan Timur, datang bersama anaknya yang sudah sejak pagi merengek ingin menonton. “Anak saya dari pagi nggak berhenti ngomong soal pawai obor. Katanya temen-temennya juga mau nonton. Katanya seru banget,” tuturnya. (A.K)

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar