
Selamat Tinggal
Lenting melodi malam
mengalunkan keindahan
hatiku yang gempar
Mendung di ubun-ubun
Mencabik waktu
Mencambuk perasaanku
Tinggal sakit berkoar
Tinggal airmata berderai
Tangan gemetar takut
Inilah waktu
Waktu penghabisan
Raga kaku, jiwa beku
Napasku berguncang
Dan perlahan mata mengatup-
Inilah waktu
Waktu ku kembali
–
–
Ibu
Bu, di sini aku
Memandang letihmu yang ungu
Beban dan lelahmu
Memang tak pernah engkau ceritakan
Tapi mata sayummu, Bu
adalah matahari
tak pernah menyembunyikan keberadaannya
Tak seperti sepeluh tahun lalu
Gurat kulitmu, Ibu
Telah penuh oleh gelombang
Tangan yang dulu
menggendongku saban waktu
Sekarang kasar dan tak sekuat
saat mengejariku bermain
Dirimu memang sudah menua, Bu
Tapi engkau akan terus hidup
Sepanjang hayat dan jiwaku
–
–
–
–
–

Kaisy AZ
Lahir dan besar di Bunpenang, Dungkek. Saat ini tercatat sebagai siswa kelas XI IPS MA Nasy-atul Muta’allimin, Candi.
Tinggalkan Komentar