Nasymut Media menerima karya dari guru, siswa, hingga alumni berbentuk opini, esai, puisi, cerpen, cerbung, pantun, dll. Karya bisa dikirimkan lewat email atau nomor WhatsApp yang terterta | Karya yang masuk akan mendapatkan sovenir
Nasymut Media menerima karya dari guru, siswa, hingga alumni berbentuk opini, esai, puisi, cerpen, cerbung, pantun, dll. Karya bisa dikirimkan lewat email atau nomor WhatsApp yang terterta | Karya yang masuk akan mendapatkan sovenir
Hari iniLangit turunkan karunianya berupa desir angin dan rintih hujan Bercampur aduk menjadi satu Membuat tanah bertanya“Ada apa gerangan dengan langit menurunkan..
Ibu… Hatiku adalah pantai tanpa karangdi mana gelombong dan badai kerap datangmenerpa bergantian. Lalu terbuat dari apakah hatimu, Ibu?Dalam pedihnya..
Di bukit persinggahanKulihat lelaki bermata anginSenyum elok bak senjaMembuat diriku meringis terpesona Kulewati gubuk kecil rayuanDi persimpangan yang kian hujanKau..
RasaSetiap saat ku merinduRindu tentangmuMenyanyikan syair cintaMembelai hati setia Kuharap, kembali sekali lagiHadir dalam mimpiKarena aku tak tau;Kemana kutitip rindu..
Ayah sosok cermin yang sangat gagahgarda terdepan dalam keluargalangkah yang selalu memiliki arahuntuk mencari nafkah pijakan kaki yang dipaksa menyusuri..
Selamat Tinggal Lenting melodi malammengalunkan keindahanhatiku yang gempar Mendung di ubun-ubunMencabik waktuMencambuk perasaanku Tinggal sakit berkoarTinggal airmata berderai Tangan gemetar..